Dr. Maftukin Hudah Raih Gelar Doktor S3 Penjas FIKK UNY, Kembangkan Model Pembelajaran Adventure Education untuk Siswa SD

FIKK UNY kembali menorehkan capaian akademik melalui pelaksanaan Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Pendidikan Jasmani atas nama Dr. Maftukin Hudah, dosen Universitas PGRI Semarang. Dalam sidang terbuka tersebut, Dr. Maftukin Hudah berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Adventure Education untuk Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik dan Kecerdasan Interpersonal Siswa Sekolah Dasar.”

Capaian ini menjadi bagian dari kontribusi penting FIKK UNY dalam melahirkan lulusan doktor yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pengembangan pendidikan jasmani di sekolah dasar. Atas keberhasilannya, Dr. Maftukin Hudah meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,98 dengan predikat Sangat Memuaskan.

Penelitian yang dilakukan Dr. Maftukin Hudah bertujuan untuk: (1) mengembangkan konstruk atau desain konseptual model pembelajaran Adventure Education yang efektif dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik dan interpersonal siswa sekolah dasar; (2) menganalisis kelayakan model; (3) menganalisis kepraktisan panduan penggunaan model; serta (4) menguji efektivitas model pembelajaran tersebut dalam meningkatkan kecerdasan kinestetik dan interpersonal peserta didik.

Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Proses penelitian mencakup studi awal, perancangan model, validasi instrumen dan model, uji coba terbatas, uji coba luas, hingga uji efektivitas melalui eksperimen. Uji coba terbatas melibatkan 2 guru dan 10 siswa di SD Ummul Quro, sedangkan uji coba kelompok besar melibatkan 27 siswa dari beberapa sekolah dasar di Kecamatan Gunungpati, Semarang, yaitu SD IT Mutiara Hati, SD Negeri 1 Sekaran, SD Negeri 2 Patemon, dan SD Negeri 1 Ngijo.

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik Delphi, wawancara, dan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan rumus Aiken, persentase, analisis deskriptif, serta uji nonparametrik Friedman yang dibantu dengan aplikasi SPSS 23 dan Microsoft Excel.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Adventure Education yang dikembangkan dinyatakan sangat layak dan praktis oleh guru maupun peserta didik. Skor rata-rata kelayakan guru berada pada rentang 4,80–4,90, sedangkan skor kepraktisan mencapai 4,75. Selain itu, hasil uji efektivitas menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menandakan adanya pengaruh positif dan signifikan dari model yang dikembangkan.

Secara lebih rinci, terjadi peningkatan rata-rata persentase kecerdasan kinestetik siswa dari 71,18% pada pre-test menjadi 98,46% pada post-test. Sementara itu, kecerdasan interpersonal meningkat dari 71,29% pada pre-test menjadi 95,83% pada post-test. Respons guru dan siswa juga menunjukkan tingkat kebermanfaatan serta kepraktisan model yang tinggi, terutama karena pembelajaran menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan menantang.

Temuan ini menegaskan bahwa model pembelajaran Adventure Education berpotensi menjadi salah satu inovasi strategis dalam pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar. Model ini tidak hanya mendorong peningkatan kemampuan gerak dan kecerdasan kinestetik peserta didik, tetapi juga memperkuat aspek sosial melalui peningkatan kecerdasan interpersonal yang sangat penting dalam pembentukan karakter anak.

Melalui capaian ini, FIKK UNY kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten mendorong lahirnya riset-riset inovatif dan aplikatif di bidang pendidikan jasmani dan keolahragaan. Keberhasilan Dr. Maftukin Hudah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi akademisi, guru, dan praktisi pendidikan untuk terus mengembangkan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berdampak nyata bagi peserta didik.