Dr. Mirza Asmara Usung Inovasi Resistance Training Berbasis BMI untuk Pemain Futsal

Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta (FIKK UNY) kembali menorehkan capaian akademik membanggakan melalui pelaksanaan Sidang Terbuka Promosi Doktor atas nama Dr. Mirza Asmara pada Program Doktor Ilmu Keolahragaan. Dalam sidang terbuka tersebut, Dr. Mirza Asmara berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dengan capaian akademik yang sangat membanggakan, yakni Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 dan predikat Cum Laude.

Pada sidang promosi doktor ini, Dr. Mirza Asmara mempertahankan disertasi berjudul “Pengembangan Model Resistance Training Dilihat dari Status Body Mass Index untuk Meningkatkan Strength dan Power Pemain Futsal Putra Usia 18–20 Tahun.” Disertasi tersebut menjadi kontribusi ilmiah penting dalam pengembangan ilmu kepelatihan olahraga, khususnya dalam cabang olahraga futsal.

Penelitian ini merupakan studi pengembangan model resistance training yang dirancang untuk meningkatkan strength dan power pemain futsal putra usia 18–20 tahun. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan model latihan yang mempertimbangkan status Body Mass Index (BMI) atlet, sehingga program latihan menjadi lebih variatif, adaptif, dan sesuai dengan karakteristik fisik serta kebutuhan pemain. Model latihan yang dikembangkan memadukan penggunaan beban dalam dan beban luar sebagai strategi peningkatan performa fisik secara lebih terarah.

Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan resistance training, menguji kelayakan model latihan, dan menguji efektivitas model latihan terhadap peningkatan strength dan power pemain futsal putra usia 18–20 tahun.

Metode penelitian yang digunakan mengacu pada model penelitian dan pengembangan Borg and Gall (1983) dengan 10 langkah pengembangan, mulai dari studi pendahuluan, perencanaan penelitian, pengembangan desain, uji lapangan terbatas, revisi, uji lapangan utama, uji efektivitas, hingga tahap diseminasi dan implementasi produk akhir. Pendekatan metodologis ini menunjukkan keseriusan penelitian dalam menghasilkan model latihan yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan teruji secara empiris.

Subjek penelitian melibatkan berbagai tahapan dan kelompok, mulai dari 10 pelatih pada studi pendahuluan, validasi oleh 4 ahli kepelatihan futsal dan 3 ahli perencanaan latihan, uji skala terbatas terhadap 15 pemain dan 2 pelatih, uji skala luas terhadap 30 pemain dan 6 pelatih, hingga uji efektivitas terhadap 40 pemain futsal putra usia 18–20 tahun yang terbagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan status BMI, yaitu kurus (13 pemain), normal (14 pemain), dan gemuk (13 pemain). Seluruh subjek berasal dari lima klub futsal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner, back and leg dynamometer, serta standing broad jump. Sementara itu, analisis data dilakukan menggunakan analisis Aiken, persentase, deskriptif data, dan uji paired samples t-test untuk menguji efektivitas model latihan yang dikembangkan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga temuan utama. Pertama, model resistance training yang dikembangkan terdiri atas lima tahapan latihan, yaitu:

  1. Latihan prakondisi (stabilization)
  2. Latihan adaptasi anatomi
  3. Latihan hipertrofi otot
  4. Latihan maksimal strength
  5. Latihan power

Kedua, model resistance training yang dikembangkan dinyatakan layak berdasarkan hasil validasi ahli dari kalangan akademisi maupun praktisi. Hasil analisis menggunakan Aiken’s V menunjukkan rentang nilai 0,95–1,00, yang menandakan bahwa model tersebut memiliki tingkat validitas yang sangat tinggi dan layak untuk digunakan.

Ketiga, model resistance training tersebut juga terbukti efektif dalam meningkatkan strength dan power pemain futsal putra usia 18–20 tahun. Hasil analisis data menggunakan paired t-test dengan bantuan SPSS menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, sehingga peningkatan yang terjadi dinyatakan signifikan secara statistik.

Temuan ini memberikan kontribusi strategis bagi pengembangan model latihan dalam bidang kepelatihan futsal, khususnya dalam merancang program latihan yang lebih personal, adaptif, dan berbasis karakteristik fisik atlet. Dengan mempertimbangkan status BMI, model latihan yang dihasilkan tidak hanya relevan untuk kebutuhan latihan modern, tetapi juga berpotensi meningkatkan efektivitas pembinaan atlet muda secara lebih terukur.

Keberhasilan Dr. Mirza Asmara meraih gelar doktor dengan predikat Cum Laude menjadi bukti komitmen kuat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian terapan, dan inovasi di bidang keolahragaan. Capaian ini sekaligus memperkuat posisi FIKK UNY sebagai institusi yang konsisten melahirkan karya-karya akademik bermutu dan berdampak bagi dunia pendidikan serta olahraga prestasi.

Keluarga besar FIKK UNY menyampaikan selamat dan sukses kepada Dr. Mirza Asmara atas pencapaian luar biasa ini. Semoga gelar doktor yang diraih menjadi langkah awal untuk terus berkarya, menginspirasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan ilmu keolahragaan dan olahraga Indonesia.