Menjawab Tantangan Pendidikan Jasmani Inklusif, Dr. Deswita Supriyatni Resmi Menyandang Gelar Doktor

FIKK UNY kembali menyelenggarakan Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Pendidikan Jasmani pada 28 Januari 2026. Pada kesempatan ini, Dr. Deswita Supriyatni, dosen STKIP Pasundan, mempresentasikan dan mempertahankan disertasi sebagai syarat akhir penyelesaian studi doktoralnya.

Disertasi yang diangkat berjudul “Studi Fenomenologi Interpretatif terhadap Pengalaman dan Pemaknaan Kesiapan pada Peran Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani Inklusi di Sekolah Inklusi”. Penelitian ini berfokus pada eksplorasi pengalaman guru pendidikan jasmani di sekolah inklusi, khususnya di wilayah Kota Cimahi, Jawa Barat, dalam menghadapi dinamika pembelajaran yang melibatkan siswa berkebutuhan khusus dan siswa reguler dalam satu lingkungan kelas.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi interpretatif untuk menggali secara mendalam bagaimana guru memaknai kesiapan peran mereka dalam pembelajaran pendidikan jasmani inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari keterbatasan kompetensi dalam penanganan siswa berkebutuhan khusus, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga minimnya dukungan lingkungan sosial. Kondisi tersebut berdampak pada tingkat kepercayaan diri guru dalam merancang dan melaksanakan aktivitas pembelajaran yang adaptif dan berkeadilan.

Selain itu, temuan penelitian juga mengungkap adanya hambatan interaksi sosial yang dialami siswa berkebutuhan khusus, yang berpengaruh terhadap partisipasi aktif mereka dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Situasi ini menuntut strategi pembelajaran yang lebih fleksibel dan kolaboratif agar seluruh peserta didik dapat terakomodasi secara optimal.

Melalui hasil penelitiannya, Dr. Deswita Supriyatni merekomendasikan penguatan pelatihan guru dalam pendidikan inklusif, penyesuaian kurikulum pendidikan jasmani yang responsif terhadap keberagaman siswa, serta peningkatan kolaborasi antara guru, sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan terkait. Dukungan infrastruktur dan lingkungan belajar yang inklusif juga menjadi aspek penting dalam menciptakan pembelajaran yang ramah bagi seluruh peserta didik.

Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan kebijakan pendidikan inklusif sekaligus menawarkan solusi praktis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah inklusi. FIKK UNY berharap capaian akademik ini dapat memperkaya khasanah keilmuan serta mendorong terwujudnya pendidikan jasmani yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.