Dr. Prayogi Nurfauzan Kembangkan Model Pembelajaran Quantum Berbasis Permainan Tradisional untuk Tingkatkan Literasi Fisik

Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Yogyakarta kembali menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi S3 Pendidikan Jasmani dengan promovendus Dr. Prayogi Nurfauzan. Disertasi yang dipertahankan berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Quantum Berbasis Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Literasi Fisik Peserta Didik Sekolah Dasar.”

Penelitian ini bertujuan menghasilkan model pembelajaran PJOK yang inovatif dengan mengintegrasikan prinsip pembelajaran quantum dan permainan tradisional guna meningkatkan literasi fisik peserta didik sekolah dasar. Selain itu, penelitian ini juga menguji kelayakan, kepraktisan, serta keefektifan model yang dikembangkan.

Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek uji coba merupakan peserta didik kelas V sekolah dasar di Desa Sindangsari, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang ditentukan melalui teknik Cluster Random Sampling. Data dikumpulkan melalui angket validasi materi, model, perangkat pembelajaran, serta instrumen asesmen yang dinilai oleh para ahli, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif dan deskriptif kualitatif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran dikembangkan dengan mengadaptasi prinsip pembelajaran quantum melalui permainan tradisional, seperti hadangan, untuk melatih keterampilan fisik sekaligus meningkatkan literasi fisik siswa. Model ini dirancang berbasis pengalaman belajar yang aktif, menarik, dan mudah dipahami.

Uji kelayakan menunjukkan skor rata-rata 91 dari ahli desain pembelajaran dan 95 dari ahli materi, yang termasuk kategori “sangat layak”. Uji kepraktisan memperoleh skor rata-rata 94 dengan kategori “sangat praktis”. Sementara itu, uji efektivitas melalui Mann Whitney menghasilkan nilai signifikansi 0,000, yang menunjukkan bahwa model pembelajaran secara signifikan meningkatkan literasi fisik peserta didik.

Berdasarkan temuan tersebut, model pembelajaran quantum berbasis permainan tradisional dinyatakan sangat layak, sangat praktis, dan efektif untuk meningkatkan literasi fisik peserta didik sekolah dasar.

Keberhasilan promosi doktor ini menjadi kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran PJOK yang inovatif, kontekstual, dan berbasis kearifan lokal, sekaligus memperkuat komitmen FIKK UNY dalam menghadirkan pendidikan jasmani yang berkualitas dan berdaya saing.